Ketua Panitia HPN Bekasi Raya 2026 Ade Muksin menyoroti tidak hadirnya Plt Bupati, Walikota dan Wawali Bekasi
Kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus penguatan sinergi antara insan pers, unsur legislatif, aparat penegak hukum, tokoh agama, pemerintah daerah, serta berbagai organisasi profesi di wilayah Bekasi Raya.
Acara yang digelar oleh panitia gabungan dengan ketua panitia Ade Muksin, SH. yang juga Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya itu, dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Bekasi Dr. H. Sardi Efendi; Kasi Humas Polres Metro Bekasi Kota, AKP Suparyono; Pejabat Kejaksaan Negeri Kota Bekasi; Letda Inf Maulana, Pasandi KODIM 0507/Bekasi; KODIM 0509/Kabupaten Bekasi, Plt Kepala Diskominfostandi Kota Bekasi, Jaya Eko Setiawan, SH., MH.; Ketua MUI Kota Bekasi Drs. KH Saifuddin Siroj, serta sejumlah pimpinan organisasi wartawan dan awak media dari Kota dan Kabupaten Bekasi.
Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Muksin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung rangkaian kegiatan HPN Bekasi Raya 2026 sejak awal hingga puncak acara.
Menurut dia, keberhasilan penyelenggaraan kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama dan dukungan berbagai elemen yang memiliki perhatian terhadap perkembangan dunia pers di daerah.
Dalam kesempatan itu, Ade juga menyoroti tidak hadirnya perwakilan Pemerintah Kota Bekasi pada puncak peringatan HPN.
Ia berharap hal tersebut dapat menjadi bahan evaluasi ke depan mengingat pers dan pemerintah memiliki hubungan kemitraan yang saling mendukung dalam penyampaian informasi publik serta pembangunan daerah.
"Kami berharap ke depan momentum Hari Pers Nasional dapat memperoleh perhatian yang lebih besar dari pemerintah daerah karena pers merupakan mitra strategis dalam membangun komunikasi publik yang sehat dan konstruktif," ujarnya.
Meski demikian, Ade tetap mengapresiasi kehadiran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, organisasi profesi, serta seluruh insan media yang telah berpartisipasi dan menyukseskan kegiatan tersebut.
Peringatan HPN Bekasi Raya 2026 ini tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi refleksi atas peran pers dalam kehidupan demokrasi.
Kehadiran berbagai unsur pemangku kepentingan dalam satu forum menunjukkan pentingnya menjaga komunikasi, kolaborasi, dan keterbukaan informasi sebagai fondasi pembangunan daerah yang inklusif dan partisipatif.
Di tengah tantangan perkembangan teknologi informasi dan arus digitalisasi yang semakin cepat, insan pers dituntut untuk terus meningkatkan profesionalisme, menjaga independensi, serta menghadirkan karya jurnalistik yang akurat, berimbang, dan dapat dipercaya masyarakat.
Peran tersebut menjadi semakin penting dalam memperkuat literasi publik sekaligus menangkal penyebaran informasi yang menyesatkan.
Ade Muksin menegaskan bahwa HPN harus menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas antar sesama jurnalis sekaligus memperluas kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat.
"Semoga HPN ini menjadi momentum bagi dunia jurnalistik di Bekasi Raya untuk terus berkembang, semakin profesional, serta mampu membangun kolaborasi yang lebih baik dengan seluruh pemangku kepentingan," katanya.
Rangkaian puncak HPN Bekasi Raya 2026 kemudian ditutup dengan sesi hiburan dan kebersamaan yang melibatkan para jurnalis dan tamu undangan.
Suasana akrab dan penuh kekeluargaan mewarnai penutupan acara, mencerminkan kuatnya solidaritas insan pers Bekasi Raya dalam menjaga marwah profesi serta mengawal kepentingan publik melalui karya jurnalistik yang berkualitas.
Melalui peringatan HPN Bekasi Raya 2026, semangat kebersamaan dan kolaborasi yang terbangun diharapkan mampu menjadi modal penting bagi insan pers Bekasi Raya untuk terus berkontribusi dalam menciptakan ruang informasi yang sehat, demokratis, dan berpihak pada kepentingan masyarakat. [■]
Tags
HPNkotaBekasi

