iklan banner
iklan header banner
iklan header banner
Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

KADIN Dorong UMKM Naik Kelas lewat Waralaba, GEKRAFS Siap Bersinergi

iklan banner AlQuran 30 Juz banner #1 AlQuran 30 Juz

UMKM Bekasi Jangan Cuma Jago Jualan, KADIN: Saatnya Naik Kelas, Buka Cabang Tanpa Bikin Dompet Menangis!


Selama ini, ketika bicara mengembangkan usaha, sebagian pelaku UMKM langsung teringat modal. KADIN Kota Bekasi mencoba menggeser cara berpikir itu: bukan hanya mencari uang untuk membesarkan usaha, tetapi membangun usaha yang layak dikembangkan dan menarik bagi investor. Caranya melalui sistem waralaba (franchise), yang kini didorong KADIN dan mendapat dukungan dari GEKRAFS Kota Bekasi.

KOTA BEKASI | Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Bekasi mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk naik kelas melalui pengembangan bisnis berbasis waralaba (franchise).

Gagasan tersebut dikembangkan Wakil Ketua KADIN Kota Bekasi, Aji Ali Sabana, melalui konsep kerja sama pameran dan promosi usaha di pusat perdagangan dan perbelanjaan, termasuk Grand Galaxy Park (GGP) Kota Bekasi.

Wakil Ketua KADIN Kota Bekasi, Aji Ali Sabana, di IFBEX Grand Galaxy Park, Jum'at, 24/7/2026.

Program tersebut mendapat dukungan dan persetujuan Ketua KADIN Kota Bekasi, Qadar Ruslan Siregar alias Bang QRS.

Menurut Bang QRS, pengembangan UMKM melalui sistem waralaba bukan semata-mata untuk mencari investor baru. Lebih dari itu, pelaku usaha perlu didorong membangun bisnis yang memiliki merek, sistem, standar operasional, serta model usaha yang dapat dikembangkan dan direplikasi di berbagai daerah.

“UMKM harus didorong naik kelas. Bukan hanya mencari investor, tetapi bagaimana sebuah usaha kecil dan menengah memiliki sistem sehingga dapat dikembangkan melalui kemitraan waralaba yang saling menguntungkan,” ujar Bang QRS.

Melalui pameran, promosi, dan business matching, KADIN Kota Bekasi mendorong terbukanya ruang pertemuan antara pelaku UMKM, pemilik merek, calon mitra, dan investor.

Ketua DPC GEKRAFS Kota Bekasi, drg. Siska A. Yofthie.

Dukungan tersebut juga mendapat apresiasi dari Ketua DPC GEKRAFS Kota Bekasi, drg. Siska A. Yofthie.

Menurutnya, langkah KADIN Kota Bekasi mendorong UMKM berkembang melalui sistem waralaba merupakan strategi positif untuk memperkuat daya saing pelaku usaha lokal.

“Gagasan ini merupakan strategi yang sangat positif dalam memperkuat daya saing pelaku usaha lokal agar mampu berkembang secara berkelanjutan,” ujar Siska.

Sebagai organisasi yang mewadahi pelaku ekonomi kreatif, GEKRAFS Kota Bekasi memandang keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk. Kekuatan merek, inovasi, kreativitas, standardisasi, serta kemampuan membangun sistem bisnis yang dapat direplikasi juga menjadi faktor penting dalam pengembangan usaha.

Karena itu, GEKRAFS Kota Bekasi nyatakan siap bersinergi dengan KADIN Kota Bekasi, Pemerintah Kota Bekasi, dunia usaha, serta para pemangku kepentingan lainnya dalam memberikan edukasi, pendampingan, promosi, dan penguatan kapasitas pelaku UMKM serta ekonomi kreatif.

Sinergi tersebut diharapkan dapat mendorong semakin banyak produk dan merek asli Kota Bekasi tumbuh menjadi usaha profesional, berdaya saing, serta layak dikembangkan melalui kemitraan dan sistem waralaba.


“Kami berharap semakin banyak produk dan merek asli Kota Bekasi yang tumbuh menjadi kebanggaan daerah serta mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Siska.

Bang QRS menilai, pengembangan UMKM berbasis waralaba juga relevan dengan visi pertumbuhan ekonomi baru di Kota Bekasi.

Hal itu disampaikannya saat bersama sejumlah pengurus KADIN Kota Bekasi meninjau lokasi Proyek Strategis Nasional (PSN) Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kamis (23/7/2026).

KADIN Kota Bekasi yang juga mendukung visi Walikota Bekasi Tri Adhianto untuk menjadikan kawasan Bantargebang sebagai kota satelit modern dan ramah lingkungan ini mendukung penuh UMKM dinaikkan levelnya dengan sistem waralaba.

Menurut Bang QRS, perkembangan kawasan dan proyek strategis seperti PSEL harus membuka peluang bagi pelaku usaha lokal.

“Jangan sampai UMKM hanya menjadi penonton. Ketika pusat ekonomi baru tumbuh, pelaku usaha lokal harus memiliki kemampuan untuk ikut mengambil bagian,” katanya.


KADIN Kota Bekasi dan GEKRAFS Kota Bekasi melihat pengembangan sistem waralaba sebagai salah satu cara untuk memperkuat kapasitas usaha lokal agar mampu menangkap peluang ekonomi baru.

Dengan sistem bisnis yang kuat, UMKM tidak hanya didorong untuk bertahan, tetapi juga berkembang, memperluas jaringan usaha, membuka peluang investasi, dan menciptakan lapangan ekonomi baru.


Bagi kedua organisasi, pertumbuhan ekonomi Kota Bekasi tidak cukup hanya diukur dari besarnya investasi yang masuk.

Yang tak kalah penting adalah sejauh mana produk, merek, dan pelaku usaha lokal mampu naik kelas serta menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi tersebut. [■]

Reporter: NMR- REDAKSI - Editor: DikRiz/DREW-CORP
bannerIBOSExpo2026 iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner iklan header banner

ChiefEditor

Jurnalis yang suka standup comedy

Post a Comment

Silakan pos kan komentar Anda yang sopan dan harap tidak melakukan pelecehan apalagi yang berkaitan dengan SARA.
Terima kasih.
Wassalam
Redaktur BksOL

Previous Post Next Post