Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Partai UMMAT Lakukan Lobi Politik ke Partai GERINDRA, Ini Maunya Heikal Safar

iklan banner AlQuran 30 Juz banner #1 AlQuran 30 Juz

Heikal Safar Datangi Dasco: Partai UMMAT Berhenti Jadi Penonton, Kursi DPR 2029 Mulai Diincar?

Nofalia Heikal Safar, Heikal Safar Ketua Harian DPP Partai UMMAT, Sufmi Dasco Ahmad Ketua Harian DPP Partai Gerindra dan Wakil Ketua DPRD RI beserta Sekretaris Jenderal DPP Partai Ummat Taufik Hidayat.

Bertemu Ketua Harian DPP Partai Gerindra di Gedung DPR RI, Heikal menyampaikan komitmen Partai UMMAT mendukung program pemerintah yang berpihak kepada rakyat serta mendorong agar suara pemilih tidak kembali hilang dalam sistem Pemilu.

 — JAKARTA Langkah tersebut dilakukan melalui safari politik dan silaturahmi dengan sejumlah tokoh serta pemangku kepentingan nasional. Salah satu agenda awalnya adalah mengunjungi Ketua Harian DPP Partai Gerindra yang juga Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, di Gedung DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (19/7/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Heikal didampingi Sekretaris Jenderal Partai Ummat, Taufik Hidayat, serta istrinya, Nofalia Heikal Safar.

Pertemuan dengan Dasco menjadi bagian dari langkah awal Partai Ummat dalam membangun komunikasi politik sekaligus memanaskan mesin organisasi menuju kontestasi Pemilu 2029.
Di hadapan Dasco, Heikal menyampaikan komitmen Partai UMMAT untuk mendukung berbagai program Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai berorientasi pada kepentingan dan kesejahteraan rakyat.

“Partai UMMAT ingin agar rakyat Indonesia berdaulat penuh dan mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya dari kemakmuran sumber daya alam kita. Oleh sebab itu, langkah apa pun yang dilakukan pemerintah saat ini untuk menyejahterakan rakyat akan selalu kami dukung,” ujar Heikal.

Menurutnya, dukungan tersebut diberikan terutama terhadap kebijakan pemerintah yang memiliki dampak nyata bagi masyarakat, khususnya kelompok yang masih berada di bawah garis kemiskinan.

Heikal menegaskan, kekayaan sumber daya alam Indonesia yang melimpah seharusnya dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi seluruh rakyat.

“Partai Ummat ingin agar rakyat Indonesia memperoleh manfaat sebesar-besarnya dari kekayaan sumber daya alam yang dimiliki bangsa ini,” katanya.

Mengingatkan Pesan Amien Rais

Sikap Partai UMMAT tersebut, kata Heikal, sejalan dengan pesan Ketua Majelis Syura Partai UMMAT, Prof. Dr. H. M. Amien Rais, dalam Milad dan Musyawarah Nasional Partai Ummat yang digelar pada awal Mei 2026.

Dalam forum tersebut, Amien Rais mengingatkan agar Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus menjalankan kerja nyata yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan rakyat.

Heikal menyebut, kekayaan alam Indonesia yang begitu melimpah masih menghadapi berbagai persoalan, mulai dari kebocoran pengelolaan hingga eksploitasi besar-besaran oleh kelompok tertentu.

Di sisi lain, masih banyak masyarakat yang hidup jauh dari tingkat kesejahteraan yang layak.

“Kami di Partai Ummat selalu memimpikan negara kita menjadi negara kaya raya, adil, makmur dan sentosa atas ridho Allah SubahanHu WaTa'ala,” imbuh Heikal.

Bagi Partai UMMAT, kesejahteraan rakyat dan pengelolaan sumber daya alam menjadi bagian dari agenda politik yang ingin terus dikawal melalui komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Bahas Revisi UU Pemilu dan Suara yang Hilang

Selain membahas kondisi nasional dan arah pembangunan Indonesia, Heikal dan Dasco juga berdiskusi mengenai rencana revisi Undang-Undang Pemilu yang akan dibahas di parlemen.

Dalam pembicaraan tersebut, Partai UMMAT berharap regulasi Pemilu mendatang dapat mengakomodasi kepentingan seluruh partai politik, baik yang telah memiliki kursi di parlemen maupun yang belum berhasil menembus DPR.

Menurut Heikal, pengalaman Pemilu 2024 perlu menjadi bahan evaluasi bersama, terutama berkaitan dengan suara pemilih yang tidak seluruhnya berujung pada perolehan kursi di parlemen.

“Pengalaman Pemilu 2024 yang lalu menjadi pelajaran bagi kita semua, di mana sekitar 17 juta suara hilang tidak jadi kursi,” ujar Heikal.

Dia berharap pembahasan revisi UU Pemilu tidak justru melahirkan kembali sistem yang menyebabkan hilangnya representasi suara pemilih.

“Makanya, kami sampaikan ke Pak Dasco selaku pimpinan DPR agar nantinya UU Pemilu yang dirancang jangan lagi malah mengulang hilangnya suara pemilih tersebut karena sistem Pemilu yang tidak sesuai dengan corak keberagaman bangsa Indonesia,” tegasnya.
Menurut Heikal, regulasi Pemilu idealnya dapat memberikan ruang yang adil bagi seluruh partai politik dan memastikan suara rakyat tetap memiliki makna dalam proses demokrasi.

Partai UMMAT berharap, suara pemilih—termasuk suara yang berasal dari partai-partai yang belum memiliki kursi di parlemen—tidak hilang begitu saja akibat mekanisme sistem Pemilu.

Safari Politik Akan Berlanjut

Pertemuan dengan Dasco, menurut Heikal, bukanlah agenda tunggal.

Partai UMMAT berencana melanjutkan kunjungan dan dialog dengan berbagai pemangku kepentingan di Indonesia.

Tokoh nasional, para sesepuh, ulama, akademisi, kaum cendekiawan, serta berbagai elemen masyarakat akan menjadi bagian dari agenda silaturahmi dan diskusi politik yang akan dilakukan secara berkelanjutan.

Heikal menyebut, dialog tersebut penting untuk menyerap berbagai masukan mengenai arah pembangunan dan tata kelola Indonesia ke depan.

“Kami akan terus datangi para tokoh, sesepuh, ulama, kaum cendekiawan dan lain sebagainya agar kami bisa berdiskusi dan mendapatkan masukan bagaimana seharusnya Indonesia ini ditata ke depannya bersama-sama,” pungkasnya.

Partai UMMAT juga berencana membuka komunikasi dengan sejumlah tokoh di tingkat internasional untuk memperoleh perspektif mengenai perkembangan geopolitik global.

Berbagai masukan tersebut nantinya akan menjadi bahan dalam merumuskan gagasan pembangunan Indonesia.

“Dari berbagai dialog tersebut, kami ingin merumuskan konsep dan gagasan yang dapat menjadi kontribusi Partai Ummat bagi pembangunan Indonesia ke depan,” ujar Heikal.

Ia berharap Partai UMMAT dapat terus bersinergi dengan berbagai elemen bangsa dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara yang adil, makmur, sejahtera, dan berdaulat.

Dalam perspektif politik Islam, cita-cita tersebut ia kaitkan dengan konsep baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, yakni negeri yang baik, sejahtera, dan mendapat keberkahan Tuhan.

Dengan safari politik tersebut, Partai UMMAT mulai menata langkah menuju Pemilu 2029.

Bagi Heikal Safar, perjalanan itu bukan sekadar upaya memperkuat komunikasi politik.

Lebih jauh, ia ingin memastikan Partai Ummat hadir dengan gagasan, membangun kepercayaan publik, serta ikut memperjuangkan sistem demokrasi yang memberi ruang lebih adil bagi seluruh kekuatan politik—termasuk partai-partai yang belum memiliki kursi di parlemen. [■]

Reporter: NMR- REDAKSI - Editor: DikRiz/Bekasi-OL

bannerIBOSExpo2026 iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner iklan header banner

ChiefEditor

Jurnalis yang suka standup comedy

Post a Comment

Silakan pos kan komentar Anda yang sopan dan harap tidak melakukan pelecehan apalagi yang berkaitan dengan SARA.
Terima kasih.
Wassalam
Redaktur BksOL

Previous Post Next Post