iklan banner
iklan header banner
iklan header banner
Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Nomor 3 Bang Oji Duroji: Trisula Perubahan dari Sumber Jaya, Bukan Sekadar Angka

iklan banner AlQuran 30 Juz banner #1 AlQuran 30 Juz

Dapat Nomor 3, Bang Oji Tak Mau Cuma Jadi Angka di Kertas Suara. Targetnya: Sumber Jaya Lebih Mandiri, Kompak dan Guyub


Nomor 3 akhirnya mendarat di tangan Bang Oji Duroji. Apakah ini sekadar hasil pengundian? Ya, secara administratif tentu saja begitu. Tapi namanya juga orang Bekasi, angka 3 bisa dibikin punya cerita—apalagi kalau sudah dikaitkan dengan trisula. Bang Oji memaknai nomor tersebut sebagai simbol perjuangan menuju perubahan Sumber Jaya, dengan 3 semangat utama: kemandirian, kebersamaan dan gotong royong. Jadi, bukan soal “nomornya berapa, Bang?” saja, melainkan “kalau sudah dapat nomor, mau bikin apa, Bang?”

 — KOTA BEKASIKalau orang Bekasi bilang, “Yang penting mah bukan nomornya, tapi orangnya!”, mungkin itu juga yang paling pas menggambarkan suasana Pilkades Sumber Jaya, Kecamatan Tambun Selatan.

Tapi dalam politik desa, nomor urut tetap saja penting. Sebab, ketika nama calon sudah berjajar, pemilih tentu membutuhkan penanda. Nah, dalam pengundian nomor urut Pilkades Sumber Jaya, Bang Oji Duroji mendapatkan nomor 3.

Bukan nomor buntut. Bukan pula nomor yang harus dicari pakai kaca pembesar.


Tiga.

Dan bagi Bang Oji, angka tersebut bukan sekadar angka yang tercetak di kertas suara. Ia memaknainya sebagai simbol trisula sekaligus energi perjuangan menuju perubahan Desa Sumber Jaya.

Pengundian nomor urut Pilkades Sumber Jaya sendiri berlangsung pada 9 September 2026 dengan suasana tertib dan damai. Lima calon kepala desa telah ditetapkan sebagai calon tetap dan seluruh kandidat diharapkan menjaga suasana demokrasi agar tetap aman, kondusif serta tidak mengorbankan persaudaraan warga.

Nomor Tiga, Tiga Semangat

Bagi Bang Oji, angka tiga kemudian mendapatkan makna tersendiri.

Ia menyebut nomor tersebut sebagai simbol trisula—sebuah perlambang semangat perjuangan untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat Sumber Jaya.


Kalau boleh diterjemahkan dengan bahasa warung kopi Bekasi: “Nomornya tiga, tapi pikirannya jangan cuma tiga langkah.”

Artinya, nomor urut boleh menjadi identitas kampanye, tetapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana seorang calon membawa gagasan dan program yang bisa dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Bang Oji pun menyampaikan rasa syukurnya setelah mendapatkan nomor tersebut. Ia juga secara khusus meminta doa dan restu dari ibunda tercinta yang hadir bersama keluarga, istri, tim sukses dan para pendukungnya.

“Alhamdulillah, saya bersyukur kepada Allah SWT. Nomor tiga ini saya yakini sebagai sebuah keberkahan dan amanah. Saya juga memohon doa dan restu dari ibu tercinta serta seluruh masyarakat Sumber Jaya,” ujar Bang Oji.

Bukan Sekadar Ganti Kepala Desa

Yang menarik, narasi yang dibawa Bang Oji bukan semata soal siapa menang dan siapa kalah.

Ia mencoba menempatkan Pilkades sebagai momentum untuk membicarakan arah Desa Sumber Jaya ke depan.

Jika mendapat kepercayaan masyarakat untuk memimpin periode 2026–2034, Bang Oji menyatakan akan mengedepankan kemandirian dan gotong royong dalam menjalankan pemerintahan desa.

Menurutnya, perubahan desa tidak mungkin dikerjakan seorang diri.

“Perubahan tidak bisa dilakukan seorang diri. Dibutuhkan kebersamaan, kemandirian dan gotong royong seluruh masyarakat Sumber Jaya,” katanya.

Nah, ini yang menarik.


Karena membangun desa bukan seperti bikin mie instan: seduh, tunggu tiga menit, lalu beres.

Ada jalan yang harus dipikirkan, pelayanan masyarakat yang harus diperbaiki, ekonomi warga yang perlu didorong, fasilitas publik yang harus diperhatikan, serta hubungan pemerintah desa dengan masyarakat yang mesti terus dirawat.

Karena itu, gagasan perubahan membutuhkan kerja bersama.

Delapan Tahun, Bukan Delapan Hari

Bang Oji juga melihat masa bakti 2026–2034 sebagai ruang yang cukup panjang untuk membangun perubahan di Sumber Jaya.

Delapan tahun tentu bukan waktu sebentar.

Tetapi delapan tahun juga bukan tiket otomatis menuju keberhasilan.

Semua tetap bergantung pada kemampuan pemerintahan desa mengelola program, melibatkan masyarakat, membangun transparansi dan menjaga semangat gotong royong.

Dalam konteks inilah, pesan Bang Oji soal kemandirian menjadi penting.

Desa tidak hanya membutuhkan kepala desa yang hadir ketika ada acara seremonial. Desa membutuhkan kepemimpinan yang mampu bekerja bersama warga, mendengar persoalan di lapangan dan menerjemahkan kebutuhan masyarakat menjadi program yang nyata.

Bahasa sederhananya:

Warga jangan cuma diajak tepuk tangan. Kalau bisa, diajak ikut kerja dan ikut merasakan hasilnya.

Tim Solid, Pilkades Tetap Santuy

Dalam proses pengundian nomor urut tersebut, Bang Oji juga didampingi keluarga, tim sukses, pendukung serta Tim Hukum yang dipimpin Dr. (c) H. Muhammad Mutasil HB, SH, MM, MH.

Perolehan nomor tiga disambut dengan rasa syukur dan optimisme oleh rombongan Bang Oji. Bagi timnya, nomor tiga atau “trisula” menjadi simbol semangat perjuangan menuju keberhasilan bersama masyarakat Sumber Jaya.

Namun satu hal yang tak kalah penting: Pilkades tetaplah pesta demokrasi desa.

Artinya, boleh beda pilihan.

Boleh punya jagoan masing-masing.

Boleh pasang nomor calon di depan rumah.

Tapi jangan sampai gara-gara beda pilihan, tetangga yang biasanya ngopi bareng tiba-tiba berubah jadi “musuh bebuyutan”.

Orang Bekasi punya tradisi yang sebenarnya sederhana: boleh berdebat, tapi jangan putus silaturahmi.

Sebab setelah Pilkades selesai, warga tetap tinggal di kampung yang sama. Masih bertemu di jalan yang sama. Masih saling membutuhkan ketika ada kerja bakti, hajatan, musibah, bahkan ketika butuh pinjem obeng.

Trisula sebagai Pesan

Nomor 3 akhirnya bukan hanya tentang posisi Bang Oji dalam surat suara.

Ia telah dijadikan sebagai pesan kampanye: kebersamaan, kemandirian dan gotong royong.

Tiga semangat yang ingin dibawa untuk mendorong perubahan Sumber Jaya.

Apakah simbol tersebut nantinya mampu diterjemahkan menjadi program konkret?

Itulah yang akan menjadi ujian sebenarnya.

Karena dalam Pilkades, nomor urut bisa membantu warga mengingat nama calon.

Tetapi setelah pemilihan selesai, masyarakat akan lebih mengingat apa yang dikerjakan pemimpinnya.

Jadi, nomor tiga boleh menjadi trisula.

Namun trisula yang sesungguhnya baru terlihat ketika tiga mata tombaknya benar-benar bergerak bersama: pemerintah desa, masyarakat dan semangat gotong royong.

Dan untuk sementara, Bang Oji Duroji sudah punya satu modal awal:

Nomor 3.

Tinggal bagaimana angka itu nanti diterjemahkan menjadi kerja nyata untuk Sumber Jaya.

Karena kata orang Bekasi: ngomong mah gampang, Bang. Yang susah itu buktiin! [■]

Reporter: NMR- REDAKSI - Editor: DikRiz/Bekasi-OL

banner kontak BekasiOL bannerIBOSExpo2026 iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner iklan header banner

Post a Comment

Silakan pos kan komentar Anda yang sopan dan harap tidak melakukan pelecehan apalagi yang berkaitan dengan SARA.
Terima kasih.
Wassalam
Redaktur BksOL

Previous Post Next Post