iklan banner
iklan header banner
iklan header banner
Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Reses #3 DPRD Kota Bekasi di RT.04/RW.04, Margahayu, Dariyanto Bawa 3 PR Besar

iklan banner AlQuran 30 Juz banner #1 AlQuran 30 Juz

Warga Bekasi Jati, Margahayu Titipkan 3 Aspirasi Prioritas, Dariyanto Diharapkan Kawal Drainase hingga Sarana Olahraga

bekasi-online.com | Ahad, 11 Okt 2026, 18:19 WIB | RED/DikRiz

Warga Kampung Bekasi Jati, RT 04/RW 04, Kelurahan Margahayu, tampaknya tak cukup hanya diberi harapan ketika musim hujan datang. Drainase yang perlu dibenahi, sarana olahraga yang masih terbatas, hingga bank sampah yang ingin dikembangkan menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan tindak lanjut nyata. Dalam Reses III DPRD Kota Bekasi 2026, warga menyampaikan aspirasi tersebut kepada Dariyanto, S.Kom., M.Pd., anggota DPRD dari Fraksi Golkar sekaligus Ketua Bapemperda. Kini, yang ditunggu bukan sekadar catatan reses, melainkan langkah konkret agar persoalan lingkungan tidak terus berulang.

— KOTA BEKASI | Persoalan drainase yang berpotensi memicu banjir, keterbatasan sarana olahraga, dan kebutuhan pengembangan bank sampah menjadi tiga aspirasi penting warga RT.04/RW.04, Kampung Bekasi Jati, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur.

Melalui Reses III DPRD Kota Bekasi 2026, warga menyampaikan harapan agar kebutuhan lingkungan tersebut tidak berhenti sebagai catatan pertemuan, tetapi ditindaklanjuti melalui pengawalan wakil rakyat hingga menemukan jalan penyelesaian.

Anggota DPRD Kota Bekasi dan Wakil Ketua  Fraksi Golkar Solidaritas, yang juga Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda), Dariyanto, S.Kom., M.Pd., yang juga menjabat  DPRD Kota Bekasi, hadir dalam kegiatan reses di lingkungan RW.04, Kampung Bekasi Jati, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, pada Ahad (11/10/2026).


Pertemuan ini menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan persoalan sehari-hari sekaligus mendorong agar kebutuhan lingkungan permukiman mendapat perhatian dalam perencanaan pembangunan daerah.

Bagi warga Kampung Bekasi Jati, Kelurahan Margahayu, persoalan tersebut menyangkut lebih dari sekadar pembangunan fisik.


Saluran air yang berfungsi baik berhubungan langsung dengan keselamatan rumah dan kenyamanan keluarga, sarana olahraga berkaitan dengan ruang aktivitas positif generasi muda, sedangkan bank sampah dapat menjadi pintu masuk bagi pengelolaan lingkungan yang lebih tertata dan produktif.

Drainase Jadi Perhatian Utama, Ancaman Banjir Perlu Ditangani dari Hulu ke Hilir

Salah satu persoalan yang memerlukan perhatian serius adalah sistem pembuangan air di sekitar permukiman.

Dalam pertemuan reses tersebut, Ketua RW.04, Aji Herstiadi, menyampaikan sejumlah usulan warga, termasuk perbaikan saluran drainase dan penambahan saluran dari hulu hingga hilir.

Dariyanto menyoroti aliran pembuangan air dari lingkungan PLN di kawasan Poncol yang disebut mengarah langsung ke permukiman warga. Menurutnya, diperlukan saluran tersendiri agar aliran tersebut tidak menambah beban lingkungan permukiman, terutama saat hujan deras.

Dia juga meminta pengurus RT dan RW menyampaikan surat kepada pihak PLN agar persoalan tersebut dapat dibahas dan ditindaklanjuti.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Dariyanto menyebut ketinggian air saat musim hujan di kawasan itu dapat melampaui satu meter.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penanganan yang tidak hanya berfokus pada satu titik saluran. Perbaikan perlu mempertimbangkan kesinambungan aliran air, mulai dari sumber hingga pembuangan akhirnya, sehingga pembangunan di satu bagian tidak sekadar memindahkan persoalan ke bagian lain.


Bagi warga RT.04/RW.04, pengawalan aspirasi drainase perlu diarahkan pada kejelasan langkah berikutnya: pemeriksaan kondisi saluran, koordinasi dengan pihak terkait, penentuan kebutuhan teknis, serta pembahasan kemungkinan dukungan anggaran sesuai kewenangan dan mekanisme pemerintah daerah.

Dengan demikian, reses dapat menjadi awal dari proses penyelesaian yang terukur, bukan sekadar forum untuk menyampaikan keluhan.


Sarana olahraga dibutuhkan untuk menghidupkan kegiatan generasi muda

Selain drainase, keterbatasan sarana dan prasarana olahraga turut menjadi perhatian warga. Kegiatan Karang Taruna, yang dapat menjadi wadah pembinaan dan interaksi sosial pemuda, disebut masih terkendala keterbatasan perlengkapan olahraga.

Kebutuhan ini penting karena kegiatan olahraga bukan semata-mata urusan rekreasi. Ketersediaan peralatan dan fasilitas yang memadai dapat membuka kesempatan bagi anak-anak dan remaja untuk beraktivitas secara sehat, membangun kebersamaan, serta mengembangkan potensi mereka di lingkungan sendiri.

Karena itu, warga berharap aspirasi sarana olahraga dapat ditindaklanjuti dengan mengidentifikasi kebutuhan yang paling mendesak, mulai dari jenis peralatan, kondisi fasilitas yang tersedia, hingga kemungkinan dukungan program pemerintah.


Pengawalan Dariyanto diharapkan membantu mempertemukan kebutuhan warga dengan perangkat daerah atau program yang relevan. Namun, bentuk bantuan dan realisasinya tetap perlu mengikuti hasil verifikasi, ketersediaan anggaran, serta ketentuan yang berlaku.

Bank Sampah Berpeluang Memperkuat Kebersihan Sekaligus Pemberdayaan Warga

Aspirasi ketiga berkaitan dengan pengembangan bank sampah. Menurut keterangan dalam pemberitaan reses, saat ini baru terdapat satu bank sampah di salah satu RT, sementara warga berharap pengelolaannya dapat diperluas sehingga setiap RT memiliki kesempatan mengembangkan sistem serupa.

Bank Sampah berpotensi membantu mengurangi sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir, sekaligus mendorong kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah.

Jika dikelola secara konsisten, kegiatan ini juga dapat memperkuat partisipasi warga dan membuka peluang manfaat ekonomi dari sampah yang masih memiliki nilai guna.

Dariyanto menyampaikan bahwa DPRD Kota Bekasi telah menyelesaikan Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Sampah yang, menurut keterangannya, memuat pengaturan insentif bagi relawan bank sampah.

Bagi warga Kampung Bekasi Jati, informasi tersebut perlu ditindaklanjuti dengan penjelasan mengenai mekanisme pelaksanaan, persyaratan pengelola, bentuk insentif, serta program pendampingan yang tersedia. Dengan begitu, kebijakan di tingkat kota dapat diterjemahkan menjadi manfaat nyata di tingkat RT.

Pengembangan bank sampah juga memerlukan dukungan pengurus lingkungan dan partisipasi keluarga. Keberhasilannya bukan hanya ditentukan oleh tersedianya fasilitas, tetapi juga oleh kesinambungan pengumpulan, pemilahan, dan pengelolaan sampah.

Rekam Jejak Pembangunan Perlu Dilanjutkan dengan Tindak Lanjut yang Terukur


Dalam wawancara langsung di Kedai Little Jasmine, milik seorang wartawan Mega, yang berlokasi di depan kampus Universitas Bani Saleh, sesaat setelah giat reses tersebut, bersama Dariyanto, Ketua RW.04 Aji Herstiadi menyebut warga telah merasakan realisasi pembangunan infrastruktur pada periode kepengurusan RW sebelumnya, antara lain pengecoran jalan dan pembangunan drainase.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari konteks harapan warga terhadap tindak lanjut aspirasi berikutnya. Meski demikian, kebutuhan lingkungan terus berkembang sehingga pembangunan yang telah terlaksana perlu dilengkapi dengan pemeliharaan dan identifikasi persoalan baru.

RW.04 disebut terdiri atas tiga RT dan tengah merencanakan penggabungan RT.02.

Dinamika lingkungan seperti ini membuat koordinasi antara pengurus RT, RW, masyarakat, dan pemerintah menjadi penting agar kebutuhan setiap wilayah tetap terpetakan secara proporsional.

Dalam konteks tersebut, posisi Dariyanto sebagai anggota DPRD sekaligus Ketua Bapemperda dapat dimanfaatkan untuk menjalankan fungsi representasi masyarakat, menyampaikan persoalan kepada pihak yang berwenang, serta mendorong agar kebutuhan warga diperhatikan dalam proses kebijakan dan perencanaan pembangunan sesuai kewenangannya.

Jabatan di Bapemperda terutama berkaitan dengan pembentukan peraturan daerah. Sementara itu, tindak lanjut pembangunan drainase, sarana olahraga, dan fasilitas bank sampah membutuhkan koordinasi lintas perangkat daerah serta proses penganggaran dan pelaksanaan sesuai aturan.

Warga Membutuhkan Kepastian Proses, Bukan Sekadar Pencatatan Aspirasi

Reses merupakan salah satu saluran bagi anggota DPRD untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat di daerah pemilihannya. Namun, bagi warga, nilai penting kegiatan tersebut terletak pada kesinambungan antara aspirasi yang disampaikan dan langkah yang dilakukan setelah pertemuan berakhir.

Karena itu, warga Kampung Bekasi Jati berharap tiga persoalan utama yang telah disampaikan dapat ditindaklanjuti secara bertahap dan transparan.

Aspirasi drainase membutuhkan penanganan yang mempertimbangkan risiko banjir; kebutuhan olahraga memerlukan pemetaan fasilitas dan perlengkapan prioritas; sedangkan bank sampah membutuhkan pendampingan agar dapat tumbuh menjadi kegiatan lingkungan yang berkelanjutan.

Pengurus RT dan RW juga dapat membantu dengan menyusun daftar kebutuhan, mendokumentasikan kondisi lapangan, serta mengajukan usulan tertulis yang dilengkapi lokasi dan kebutuhan teknis. Dokumen tersebut akan memudahkan proses koordinasi dan membantu warga memantau perkembangan setiap usulan.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan reses bukan semata-mata banyaknya aspirasi yang terkumpul, melainkan seberapa jauh aspirasi tersebut memperoleh tindak lanjut yang jelas, sesuai kewenangan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Bagi warga RT 04/RW 04 Kampung Bekasi Jati, harapannya sederhana tetapi mendasar: lingkungan yang lebih aman dari ancaman banjir, generasi muda yang memiliki ruang beraktivitas, serta pengelolaan sampah yang lebih baik.

Melalui komunikasi berkelanjutan dengan Dariyanto dan perangkat daerah terkait, ketiga kebutuhan tersebut diharapkan dapat masuk ke dalam proses pembahasan dan perencanaan pembangunan Kota Bekasi secara terarah. [■]

Reporter: REDAKSI - Editor: DikRiz/Bekasi-OL
banner kontak BekasiOL bannerIBOSExpo2026 iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner iklan header banner

Post a Comment

Silakan pos kan komentar Anda yang sopan dan harap tidak melakukan pelecehan apalagi yang berkaitan dengan SARA.
Terima kasih.
Wassalam
Redaktur BksOL

Previous Post Next Post