Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Tak Cuma Pondokgede! Bekasi Utara Kini Dibenahi, Pasar Kandang Gajah Dikebut

iklan banner AlQuran 30 Juz banner #1 AlQuran 30 Juz

Konsep Pasar Ikon Kota Tak Hanya untuk Pondokgede, Sekdis Romi Payan Percepat Proyek Pasar Baru di Bekasi Utara


Jangan kira pembenahan pasar hanya berhenti di Pondokgede. Di saat perhatian publik masih tertuju pada penataan kawasan pasar yang selama ini menjadi biang kemacetan, Disdagperin Kota Bekasi diam-diam juga percepat pembangunan Pasar Tradisional Kandang Gajah Wisma Asri. Langkah ini jadi bukti bahwa konsep besar pasar tradisional modern yang diusung Kadis Disdagperin Ika Indah Yarti mulai diterapkan di berbagai wilayah Kota Bekasi.

 — KOTA BEKASI | Komitmen Pemerintah Kota Bekasi membenahi wajah pasar tradisional tidak berhenti di kawasan Pasar Pondokgede maupun Pasar Baru Durenjaya.

Di bawah kepemimpinan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, gerakan penataan pasar kini mulai merambah wilayah lain sebagai bagian dari visi besar menghadirkan pasar tradisional yang tertata, modern, nyaman, sekaligus menjadi identitas baru Kota Bekasi.


Jika sebelumnya Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Bekasi Dra. Ika Indah Yarti, MSi., menggagas konsep pasar tradisional berkarakter yang diproyeksikan menjadi ikon daerah, maka semangat tersebut kini diterjemahkan secara konkret melalui percepatan pembangunan Pasar Tradisional Kandang Gajah Wisma Asri di Kecamatan Bekasi Utara.


Langkah tersebut menunjukkan bahwa pembenahan pasar bukan sekadar program penertiban pedagang ataupun pembangunan fisik semata, melainkan bagian dari transformasi menyeluruh terhadap pusat-pusat perdagangan rakyat di berbagai wilayah Kota Bekasi.


Sebagai tindak lanjut agenda tersebut, Pemerintah Kota Bekasi melalui Disdagperin menggelar peninjauan lapangan bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Kejaksaan Negeri Kota Bekasi, serta para pemangku kepentingan pada Selasa (30/6/2026).

Peninjauan dipimpin langsung oleh Sekretaris Disdagperin Kota Bekasi Romi Payan, SE., MM. dengan melibatkan Dinas Perhubungan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, serta instansi teknis lainnya.

Koordinasi lintas sektor tersebut bertujuan memastikan kesiapan lahan, kelengkapan administrasi, hingga seluruh aspek teknis pembangunan sebelum proyek mulai dikerjakan.


Dalam pembahasan di lapangan, masing-masing instansi menyampaikan masukan sesuai kewenangannya.

Hasil evaluasi bersama menunjukkan tidak terdapat kendala substantif yang dapat menghambat pembangunan Pasar Tradisional Kandang Gajah.

Romi Payan menjelaskan bahwa lokasi pasar telah berstatus sebagai aset Pemerintah Kota Bekasi sehingga proses administrasi maupun perizinan dapat dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Seluruh persoalan sudah clear. Saat ini tinggal menyelesaikan penandatanganan Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPL). Mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar pembangunan bisa segera dimulai," ujar Romi Payan.

Menurutnya, penyelesaian dokumen SPPL menjadi tahapan akhir sebelum pekerjaan fisik dimulai.

Pemerintah Kota Bekasi menargetkan pembangunan Pasar Tradisional Kandang Gajah dapat dimulai pada tahun 2026 sebagai bagian dari penguatan infrastruktur perdagangan rakyat sekaligus pemerataan pembangunan ekonomi antarwilayah.

Langkah tersebut dinilai sejalan dengan arah kebijakan yang sebelumnya disampaikan Walikota Bekasi Tri Adhianto, yakni membangun pasar-pasar tradisional yang tidak hanya menjadi tempat transaksi ekonomi, tetapi juga mampu mengurai persoalan klasik perkotaan seperti kemacetan, ketidaktertiban kawasan, buruknya drainase, hingga menurunnya kualitas ruang publik.

Dalam kesempatan berbeda, Kadis Disdagperin Kota Bekasi Ika Indah Yarti juga telah menyampaikan gagasan besar menjadikan sejumlah pasar strategis, seperti Pasar Pondokgede dan Pasar Baru Durenjaya, sebagai ikon baru Kota Bekasi melalui konsep pasar tradisional yang memiliki identitas budaya, tertata, bersih, nyaman, dan berdaya tarik wisata, sebagaimana Pasar Klewer di Solo maupun kawasan Malioboro di Yogyakarta.


Karena itu, pembangunan Pasar Kandang Gajah Wisma Asri dipandang sebagai bagian dari mata rantai transformasi pasar rakyat yang tengah dijalankan Disdagperin Kota Bekasi, bukan sebagai program yang berdiri sendiri.

Dengan kata lain, apabila Pasar Pondokgede diprioritaskan sebagai simpul penataan kawasan perdagangan yang selama bertahun-tahun identik dengan kemacetan dan kesemrawutan, maka Bekasi Utara dipersiapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui penyediaan pasar tradisional yang representatif sejak awal pembangunannya.

Sinergi antara gagasan strategis Kadis Disdagperin Ika Indah Yarti dan langkah percepatan yang dikawal Sekdis Romi Payan memperlihatkan bahwa transformasi pasar rakyat kini mulai bergerak secara sistematis di berbagai kecamatan.

Pemerintah Kota Bekasi berharap keberadaan Pasar Tradisional Kandang Gajah Wisma Asri nantinya mampu menghadirkan ruang usaha yang lebih layak bagi pedagang, meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, memperluas akses perdagangan rakyat, serta memperkuat pemerataan pertumbuhan ekonomi sehingga setiap wilayah memiliki sentra perdagangan yang tertata, modern, dan menjadi kebanggaan masyarakat Kota Bekasi. [■]

Reporter: NAYLA/NMR- REDAKSI - Editor: DikRiz/Bekasi-OL

iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner iklan header banner

ChiefEditor

Jurnalis yang suka standup comedy

Post a Comment

Silakan pos kan komentar Anda yang sopan dan harap tidak melakukan pelecehan apalagi yang berkaitan dengan SARA.
Terima kasih.
Wassalam
Redaktur BksOL

Previous Post Next Post