iklan banner
iklan header banner
iklan header banner
Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Tak Hanya Pandai Ngaji, PKU MUI Dorong Lahirnya Ulama Kreatif Adaptif Teknologi

iklan banner AlQuran 30 Juz banner #1 AlQuran 30 Juz

PKU MUI Kota Bekasi 2026 Siapkan Ulama Moderat Melek Teknologi, Dr. Sohibul Wafa: PKU Adalah Investasi Peradaban


Hadir pada Pembukaan PKU yang diadakan di lantai 2 Kantor MUI Kota Bekasi Selasa, (23/6/2026), Ketua Umum MUI (Majelis Ulama Indonesia) Drs. KH. Saifuddin Siroj, Kabag Kesra Setda Pemkot Bekasi, H. Agus Harpa Senjaya dan Kabad Kesbangpol Pemkot Bekasi, Drs Hudi Wijayanto, MSi.

 — KOTA BEKASIMajelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi terus memperkuat upaya kaderisasi ulama melalui program Pendidikan Kader Ulama (PKU) Tahun 2026.

Diawali dengan proses seleksi calon mahasiswa pada awal 6 Juni lalu, program tersebut kini resmi memasuki tahapan pembukaan dan Studium Generale dengan mengusung tema "Mencetak Kader Ulama yang Kreatif Berdakwah di Tengah Perkembangan Teknologi".

Paling kiri : KH. Zubaidi Asnan, Wasekum MUI Kota Bekasi

Hadir pada Pembukaan PKU yang diadakan di lantai 2 Kantor MUI Kota Bekasi Selasa, (23/6/2026), Ketua Umum MUI (Majelis Ulama Indonesia) Drs. KH. Saifuddin Siroj, Kabag Kesra Setda (Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah) Pemkot Bekasi, H. Agus Harpa Senjaya dan Kabad Kesbangpol (Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik) Pemkot Bekasi, Drs Hudi Wijayanto, MSi.

Lalu Ketua Komisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) MUI Kota Bekasi Dr. H. Sohibul Wafa, juga Direktur Lembaga Pendidikan Kader Ulama (LPKU), Dr. Muhammad Aiz ikut hadir kegiatan pembukaan program pendidikan kader ulama (PKU) MUI Kota Bekasi. Wasekum MUI Kota Bekasi, KH. Zubaidi Asnan. Juga tampak aleg DPRD Kota Bekasi, Dr. H. Abdul Muin Hafied.

Sohibul Wafa' menegaskan bahwa kaderisasi ulama merupakan program strategis yang tidak hanya bertujuan melahirkan ahli agama, tetapi juga menyiapkan pemimpin umat yang mampu menjawab tantangan zaman dengan pendekatan yang moderat dan berwawasan kebangsaan.

Menurutnya, proses tersebut telah dimulai sejak pelaksanaan seleksi calon peserta PKU yang berlangsung di Kantor MUI Kota Bekasi.

Seleksi dilakukan secara menyeluruh melalui pengujian wawasan keislaman, wawancara, serta penilaian karakter dan integritas untuk memastikan para peserta memiliki kesiapan intelektual, spiritual, dan sosial sebagai calon ulama masa depan.

"Kaderisasi ulama bukan sekadar menyiapkan penceramah, tetapi merupakan investasi peradaban. Kita ingin melahirkan ulama yang mampu menjadi penuntun umat sekaligus hadir memberikan solusi atas berbagai persoalan masyarakat yang semakin kompleks," ujar Dr. Sohibul Wafa.

Ia menjelaskan, Pendidikan Kader Ulama MUI Kota Bekasi dirancang dengan mengintegrasikan penguasaan khazanah keilmuan Islam dengan penguatan wawasan kebangsaan, sehingga para kader mampu menjaga persatuan serta menghadirkan Islam yang rahmatan lil alamin.

Dalam Studium Generale PKU 2026, Sohibul Wafa menekankan pentingnya membangun karakter kader ulama berdasarkan tiga fondasi utama.

Pertama, menjadi Muslim yang moderat dengan mengedepankan nilai wasathiyah dan menjauhi sikap ekstrem.

Kedua, menjadi mukmin yang demokratis dengan menghargai perbedaan pandangan serta menjunjung tinggi musyawarah dalam kehidupan bermasyarakat.

Ketiga, menjadi muhsin yang diplomat, yakni sosok yang mampu menjalin komunikasi dan kerja sama dengan berbagai kalangan demi kemaslahatan umat.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan transformasi digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi, termasuk pengetahuan keagamaan.

Karena itu, ulama masa kini tidak cukup hanya menguasai ilmu syariat, melainkan juga dituntut memahami perkembangan media sosial, teknologi informasi, hingga kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

"Ruang dakwah hari ini tidak hanya berada di mimbar masjid, tetapi juga berada di ruang digital. Karena itu, kader ulama harus memiliki literasi media, kemampuan komunikasi digital, dan kecakapan memanfaatkan teknologi secara bijak agar dakwah Islam tetap relevan dengan perkembangan zaman," katanya.

Sohibul Wafa' juga menilai keberhasilan program kaderisasi ulama memerlukan dukungan bersama dari seluruh elemen masyarakat.

Kolaborasi dengan dunia pendidikan, sektor ekonomi, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai jejaring lintas komunitas menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pendidikan ulama di masa mendatang.

Selain mendapatkan pembinaan dari para pembimbing yang kompeten, peserta PKU juga memperoleh fasilitas penunjang pendidikan.

MUI Kota Bekasi bahkan memberikan dukungan beasiswa bagi peserta yang masih berstatus mahasiswa sebagai bentuk komitmen dalam mencetak generasi penerus ulama secara berkesinambungan.

"Harapan kami, dari program ini lahir generasi ulama muda yang tidak hanya mendalam ilmu agamanya, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan, semangat moderasi, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi sehingga mampu menjadi perekat persatuan serta membawa kemaslahatan bagi umat dan bangsa," tutupnya.


Program Pendidikan Kader Ulama MUI Kota Bekasi Tahun 2026 menjadi salah satu ikhtiar strategis MUI dalam memastikan keberlanjutan peran ulama sebagai pembimbing, penyejuk, sekaligus penjaga harmoni sosial di tengah perubahan masyarakat yang semakin dinamis. [■]

Reporter: Why/Mac/Bul - REDAKSI - Editor: DikRiz/DREW-Corp

iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner iklan header banner

ChiefEditor

Jurnalis yang suka standup comedy

Post a Comment

Silakan pos kan komentar Anda yang sopan dan harap tidak melakukan pelecehan apalagi yang berkaitan dengan SARA.
Terima kasih.
Wassalam
Redaktur BksOL

Previous Post Next Post