Jangan Cuma Bawa Teknologi, Tri: Ahli China Boleh Datang, Asal Warga Bekasi Juga Ikut Kerja di PSEL Bantargebang
Pemerintah Kota Bekasi mengirim pesan tegas kepada investor asal China. Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) bukan sekadar membangun pabrik canggih, melainkan juga harus membuka lapangan kerja bagi warga Bekasi. Wali Kota Tri Adhianto bahkan meminta agar masyarakat Bantargebang menjadi prioritas sejak tahap konstruksi hingga operasional fasilitas.
— ZHEJIANG, CHINA | Pemerintah Kota Bekasi menegaskan komitmennya agar pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Bekasi tidak hanya menjadi solusi penanganan sampah modern, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal.
Pemerintah Kota Bekasi mengirim pesan tegas kepada investor asal China. Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) bukan sekadar membangun pabrik canggih, melainkan juga harus membuka lapangan kerja bagi warga Bekasi. Wali Kota Tri Adhianto bahkan meminta agar masyarakat Bantargebang menjadi prioritas sejak tahap konstruksi hingga operasional fasilitas.
Baca juga: Surati Danantara, KADIN Tawarkan 6 Konsep Kolaborasi Agar Investasi PSEL Buka Lapangan Kerja, Vendor Lokal, dan Ekonomi Hijau
Komitmen tersebut disampaikan Walikota Bekasi, Tri Adhianto, saat melakukan kunjungan kerja ke fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA) milik Wangneng Environment Co. Ltd. di Kota Huzhou, Provinsi Zhejiang, China.
Baca juga: Surati Danantara, KADIN Tawarkan 6 Konsep Kolaborasi Agar Investasi PSEL Buka Lapangan Kerja, Vendor Lokal, dan Ekonomi Hijau
Komitmen tersebut disampaikan Walikota Bekasi, Tri Adhianto, saat melakukan kunjungan kerja ke fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA) milik Wangneng Environment Co. Ltd. di Kota Huzhou, Provinsi Zhejiang, China.
Setelah meninjau secara langsung sistem pengolahan sampah berbasis teknologi tinggi yang diterapkan Wangneng, Walikota Bekasi bersama jajaran DPRD Kota Bekasi serta sejumlah tokoh masyarakat Bantargebang melanjutkan agenda dengan menggelar diskusi teknis bersama jajaran manajemen Wangneng.
Pertemuan tersebut membahas berbagai aspek persiapan pembangunan PSEL Kota Bekasi, mulai dari kesiapan teknologi, pola kerja sama, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Dalam forum tersebut, Tri Adhianto menekankan pentingnya keberpihakan kepada masyarakat Kota Bekasi, khususnya warga di sekitar Bantargebang yang selama puluhan tahun menjadi kawasan pengelolaan sampah.
Menurutnya, proyek strategis tersebut harus mampu menghadirkan dampak ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja lokal sejak tahap konstruksi hingga operasional fasilitas.
"Saya ingin sejak proses pembangunan dimulai hingga nanti PSEL beroperasi, masyarakat Kota Bekasi, khususnya warga Bantargebang, menjadi prioritas dalam penyerapan tenaga kerja," ujar Tri.
Ia menilai nantinya pembangunan PSEL Bantargebang tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur dan pemanfaatan teknologi, melainkan juga harus menjadi momentum peningkatan kapasitas SDM Kota Bekasi.
"Saya ingin sejak proses pembangunan dimulai hingga nanti PSEL beroperasi, masyarakat Kota Bekasi, khususnya warga Bantargebang, menjadi prioritas dalam penyerapan tenaga kerja," ujar Tri.
Ia menilai nantinya pembangunan PSEL Bantargebang tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur dan pemanfaatan teknologi, melainkan juga harus menjadi momentum peningkatan kapasitas SDM Kota Bekasi.
Karena itu, Tri berharap investasi yang masuk turut menghadirkan proses alih pengetahuan (transfer knowledge) sehingga masyarakat lokal memiliki kompetensi dalam mengoperasikan fasilitas berteknologi modern secara mandiri.
Baca juga: Penataan Pasar Era Tri Adhianto Lanjut, Kadis Dagperin Siapkan Konsep "Klewer Bekasi" di Pasar Baru Pondokgede
"Kehadiran PSEL harus membuka lapangan kerja, meningkatkan keterampilan masyarakat, sekaligus menjadi sarana alih pengetahuan agar ke depan SDM kita mampu mengoperasikan fasilitas berteknologi tinggi ini secara mandiri," katanya.
Menanggapi harapan tersebut, Chairman Wangneng Environment Co., Ltd., Mr. Shan Chao, menyampaikan bahwa pada tahap awal pembangunan perusahaan memang akan menugaskan sejumlah tenaga ahli dari China guna mendampingi proses konstruksi, instalasi peralatan, hingga tahapan commissioning atau uji operasional fasilitas.
Baca juga: Penataan Pasar Era Tri Adhianto Lanjut, Kadis Dagperin Siapkan Konsep "Klewer Bekasi" di Pasar Baru Pondokgede
Namun, ia menegaskan bahwa keberadaan tenaga ahli tersebut hanya bersifat sementara.
Baca juga: Walikota & DPRD Kota Bekasi Perkuat Komitmen Percepat PSEL Bantargebang
Fokus utama perusahaan adalah memastikan terjadinya transfer teknologi dan transfer pengetahuan kepada tenaga kerja lokal agar mampu mengelola operasional PSEL sesuai standar internasional yang diterapkan Wangneng.
"Kami akan membawa tenaga ahli dari China pada tahap awal pembangunan dan commissioning. Namun tujuan kami adalah melakukan transfer teknologi dan pengetahuan. Setelah proses tersebut selesai, operasional fasilitas akan dijalankan oleh tenaga kerja lokal yang telah kami latih sesuai standar Wangneng," ujar Shan Chao.
Pernyataan tersebut disambut positif oleh Walikota Bekasi. Menurut Tri, komitmen Wangneng sejalan dengan visi Pemerintah Kota Bekasi untuk menjadikan proyek PSEL sebagai investasi yang tidak hanya menghadirkan teknologi pengolahan sampah modern, tetapi juga meninggalkan warisan berupa SDM yang unggul, profesional, dan mampu bersaing.
Baca juga: Walikota & DPRD Kota Bekasi Perkuat Komitmen Percepat PSEL Bantargebang
Fokus utama perusahaan adalah memastikan terjadinya transfer teknologi dan transfer pengetahuan kepada tenaga kerja lokal agar mampu mengelola operasional PSEL sesuai standar internasional yang diterapkan Wangneng.
"Kami akan membawa tenaga ahli dari China pada tahap awal pembangunan dan commissioning. Namun tujuan kami adalah melakukan transfer teknologi dan pengetahuan. Setelah proses tersebut selesai, operasional fasilitas akan dijalankan oleh tenaga kerja lokal yang telah kami latih sesuai standar Wangneng," ujar Shan Chao.
Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan PSEL akan diukur bukan hanya dari beroperasinya fasilitas pengolah sampah menjadi energi listrik, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat Kota Bekasi memperoleh manfaat ekonomi, kesempatan kerja, serta peningkatan kompetensi.
Baca juga: Kunjungan ke Zhejiang Jadi Titik Awal Sinkronisasi Pemkot, DPRD & Mitra Teknologi Demi Solusi Sampah Modern
"Ini yang kami harapkan. Teknologinya datang ke Bekasi, ilmunya juga tinggal di Bekasi. Jadi yang kita bangun bukan hanya fasilitasnya, tetapi juga SDM masyarakat Bekasi," tutur Tri.
Melalui kunjungan kerja ini, Pemerintah Kota Bekasi berharap proses percepatan pembangunan PSEL Bantargebang dapat berjalan sesuai rencana sekaligus menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan, ramah lingkungan, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pemberdayaan tenaga kerja lokal. [■]
Baca juga: Kunjungan ke Zhejiang Jadi Titik Awal Sinkronisasi Pemkot, DPRD & Mitra Teknologi Demi Solusi Sampah Modern



